Posted by: wibi | May 16, 2008

Mendulang Rezeki di Dalam Duka..

cozy home, 07.37 wib

Selamat pagi Kawan-kawan..

Agak aneh memang saya menuliskan judul di atas..Bagaimana bisa mendulang rezeki di saat orang sedang berduka..

Kok bisa-bisanya sih mendulang rezeki di saat orang-orang sedang berduka? Tega Lu? Gak sensitif.. Gak peka.. Gak gak yang lainnya…. hmm..

Setidaknya itu yang dirasakan, pikirkan dan bergumel (bahasa apa nih ya..🙂 ) dalam jiwa beberapa tahun yang lalu, ketika hendak menawarkan jasa pencetakan Yasin atau Majmu Syarif untuk memperingati 40 hari meningggalnya Ayah temen saya, di Kampus.

Sampai-sampai pada suatu kesempatan seminar entrepreneur di Kampus, saya bertanya ke salah satu pembicara seminar, Pak Syauki namanya, PresDir PT Siskem Indonesia, sebuah perusahaan Water Treatment and Chemical.

“Pak, bagaimana ya caranya menawarkan jasa pencetakan yasin ke teman saya yang sedang berduka?”, begitu lidah ini berucap.

“Gak tega Pak, kan teman saya sedang berduka.. Bagaimana mungkin saya tawarkan ini..”

Dari jawaban yang dilontarkan oleh Pak Syauki tersebut, intinya adalah bagaimana cara kita menawarkan jasa kita kepada orang tersebut di waktu yang tepat dan dengan cara komunikasi yang tepat. Tawarkan solusinya, tawarkan bantuan kita. “Kita ini berbisnis, jelas dong klo misalnya kita mendapatkan keuntungan..”, begitu imbuhnya.

Sambil jalan keluar dari ruangan seminar, saya manggut-manggut sendiri.. Oh begitu ya.. Namun tetap saja order yasin teman saya itu gak dapet, lha wong acaranya juga dah lewat, dan itu juga karena sudah ada yang mengurusinya di Jakarta sana..

Yaaa.. Setidaknya saya jadi tau, bahwa sangat penting menghilangkan pikiran-pikiran, perasaan-perasaan yang belum tentu itu ada sebelum kita melakukannya. Dan juga, saya jadi tau bahwa sangat penting dalam berusaha, kita melihat SItuasi, KONdisi, TOLeransi, PANdangan, dan JANGkauan kita sebelum melakukan negosiasi.

Gak usah disingkat ya teman-teman huruf-huruf yang saya besarkan itu.. hehe, maaf..


Responses

  1. aku pernah baca buku yang kasusnya mirip2 kamu bi. dia adalah pengusaha batu nisan atau apa gitu.. pokoknya yang berhubungan dengan pemakaman… aku lupa bukunya apa.. nti aku cek lagi de…

    trus, strateginya dia itu kaya gini.. dia memanfaatkan momen pemakaman.. waktu semua orang lagi ngelayat.. dia nyiapin brosur yang cerita ttg bisnisnya dia.. dengan angle.. betapa perlunya bisnisnya dia itu disaat2 seperti ini. disitu diceritain dia memanfaatkan sisi emosional orang untuk berbisnis.. jadi setelah itu ordernya lumayan…

    jadi kalo mnurutku si yang penting adalah gimana orang tau kalo kmu tu produce buku yasiin.. so, pas saat2 diperlukan… ingetnya wibi.. hehe…

    ^^ deasy

  2. hehe..iya bener juga Des.. Idenya bagus juga tuh untuk bikin brosur yang disebar di acara pemakaman orang yang meninggal..

    Akan dipertimbangkan Des.. thanx idenya ya..🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: