Posted by: wibi | February 28, 2008

Waren Buffet Ways.. (Part 1)

cozy home, 06.49 wib

Huh.. Hampir 2 minggu papan maya ini kosong melompong.. Maklum, beberapa hari yang lalu sibuk dikejar deadline kerjaan yang menumpuk..

Tulisan kali ini akan berisi petuah investasi bijak dari Kakek Waren Buffet yang saya dapat dari rekan di milis investasi.. Menarik, bisa jadi salah satu pilihan dalam berinvestasi.. seperti kata pepatah, “jangan taruh telur Anda dalam satu keranjang”.. Bisa jadi petuah Kakek Waren ini menjadi keranjang investasi yang lain.. Semoga..

1. PILIHLAH KESEDERHANAAN BUKAN KOMPLEKSITAS

    Banyak orang percaya bahwa berinvestasi di pasar modal itu rumit, misterius dan penuh resiko, sehingga hanya mereka yang berpengetahuan dan berpendidikan tinggilah yang mampu melakukannya. Seringkali mereka jadi tergantung pada rumus-rumus matematika rumit, program computer yang canggih, grafik dan analisa teknikal yang sulit. Warren Buffet telah menunjukkan bahwa semua hal itu hanyalah mitos.

    Prinsipnya dalam memilih suatu saham amat sederhana, yaitu pilihlah saham dari perusahaan yang bisnisnya solid, mudah dipahami, telah bertahan lama dan terbukti menguntungkan. Ia tidak pernah berinvestasi pada bisnis yang tidak ia pahami. Misalnya perusahaan dotcom atau hitech, akan dihindarinya. Prinsipnya adalah cari perusahaan yang bagus fundamentalnya, dikelola oleh tim yang solid dan jujur, serta harga sahamnya dibawah harga seharusnya.

    2. PUTUSKAN SENDIRI INVESTASI ANDA

      Waren yakin bahwa tiap orang bisa sukses berinvestasi tanpa bantuan pialang, pakar pasar modal dsb. Alasannya, investor atau pakar professional ingin menumbuhkan anggapan bahwa berinvestasi di pasar modal terlalu rumit bagi kebanyakan orang, karena ini berarti bagus bagi bisnis mereka. Berapa banyak kita dengar bahwa seseorang yang mempercayakan uang pensiun atau tabungannya yang menyusut banyak, gara-gara dipercayakan kepada pialang atau manajer investasi yang bertransaksi sebanyak-banyaknya pada saham yang salah untuk mengejar komisi?

      Cuma diperlukan sedikit pengetahuan akuntansi dan pasar keuangan untuk bisa menemukan saham yang dalam istilah Buffett ” mencari selembar uang Dollar yang dijual seharga 40 sen “. Hal ini berarti tiap orang perlu fokus pada investasi nilai, tanpa harus tergantung pada orang lain. Mulailah dengan banyak membaca jurnal dan laporan keuangan dalam majalah atua surat kabar.

      3. PERTAHANKAN TEMPERAMEN YANG TEPAT

        Apa yang akan Anda lakukan ketika perusahaan yang saamnya Anda pegang sedang dalam masa yang buruk ? Akibat perubahan peraturan pemerintah misalnya. Coba lihat saham TLKM (PT Telkom, Tbk) atau ISAT (Indosat) yang dapat mewakili situasi ini.

        Dikoran-koran tertulis rekomendasi “jual” atau hindari dulu saham ini.

        Reaksi dan respon Anda terhadap perkembangan-perkembangan ini memainkan peranan yang sangat besar dalam menentukan kesuksesan investasi Anda.

        Investor yang bijak akan tetap tenang dalam menghadapi peristiwa-peristiwa negative.

        Buffett sama sekali tidak menjual saham Washington Post yang dia miliki, ketika masa resesi Amerika tahun 1960, melewati masa perang, sampai akhirnya sekarang saham Wasington Post telah naik harga beribu-ribu persen dari harga semula.

        Sarannya di sini adalah beli dan pertahankan saham –saham dari perusahaan yang hebat, dan pertahankanlah bertahun-tahun. Tutup mata telinga dari berita, rumor dan analisa negative tentang saham ini.

        4. BERSABARLAH

          Berpikirlah untuk 10 tahun mendatang dan bukan untuk 10 menit ke depan. Saran Buffett, jika Anda tidak siap memegang suatu saham untuk satu decade, lebih baik jangan pernah membeli saham tersebut. Bayangkanlah seolah-olah Anda membeli saham, dan keesokan harinya bursa akan tutup selama lima tahun.

          Perlu diingat bahwa beberapa pasar benar-benar bermusuhan dengan orang yang suka keluar masuk, dan cukup ramah terhadap mereka yang membeli dan mempertahankan. Hal ini dikarenakan keluar masuk, selain akan meningkatkan biaya transaksi seperti broker fee dan VAT, juga mereka seringkali kehilangan moment ketika harga saham naik secara besar-besaran, akibat “peluru” nya “ “nyangkut” karena sudah keburu dibelikan saham lain dan nilainya makin lama makin kecil karena kebanyakan Cut Loss.

          Bersambung ke bagian ke-2 …….


          Responses

          1. […] Artikel sebelumnya bisa dibaca di link ini : monggo diklik.. […]


          Leave a Reply

          Fill in your details below or click an icon to log in:

          WordPress.com Logo

          You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

          Twitter picture

          You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

          Facebook photo

          You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

          Google+ photo

          You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

          Connecting to %s

          Categories

          %d bloggers like this: