Posted by: wibi | January 31, 2008

4 Pendekatan Dalam Berbisnis..

cozy home, 07.40 wib

Halo teman-temanku tercinta.. Selamat pagi.. Di tulisan ini saya mau share apa yang saya dapat di seminar wirausaha yang lalu.. Mengenai empat pendekatan dalam berbisnis..

Jadi bagi teman-teman yang memutuskan untuk berbisnis, mungkin salah satu pendekatan ini bisa menjadi pertimbangan..

Empat Pendekatan itu adalah :

  1. Purdi E. Chandra (street entrepreneur)
  2. Robert T. Kiyosaki (Menekankan pada Financial Inteligent)
  3. Sekolah-sekolah Bisnis (Macam Prasetya Mulya, PPM Manajemen, dsb)
  4. Rama Royani (Peta Bakat, talent mapping)

Baik, satu per satu akan saya urai menurut pendapat saya pribadi..

yang pertama, pendekatan Purdi E. Chandra..

Seperti yang kita ketahui, Pak Purdie ini adalah pemilik lembaga bimbingan belajar Primagama yang terkenal itu. Sejak tahun 2002 yang lalu, Beliau mendirikan Entrepreneur University. Suatu lembaga informal yang didirikan untuk membina para insan yang ingin menjadi entrepreneur. Bagaimana Beliau mengajarkan berbisnis? “Jalan saja, gak usah banyak mikir”, katanya. Bahkan kalo Anda melihat ruang kosong, langsung sewa saja katanya. Nanti kalo sudah disewa ide itu akan muncul dengan sendirinya.. Biasanya kalo kepepet bisnis pun bakal jalan..

Pendekatan ini bagus untuk memulai usaha. Melatih mental baja dalam berwirausaha.

yang kedua, pendekatan Robert T. Kitosaki (RTK)

RTK merupakan penulis buku best seller yang berjudul Rich Dad Poor Dad. RTK lebih menekankan pada Financial Inteligent. Pemahaman akan aliran dana keuangan (cashflow). Bagaimana kita mengatur agar uang bekerja untuk kita. Bagaimana kita memiliki aset yang bisa menjadi pasiseve income kita. Walaupun tidak bekerja, uang akan tetap mengalir ke kantong kita.

empat kuadran yang terkenal buatan RTK adalah,

Cashflow Quadrant

Kuadran kiri untuk Karyawan dan Profesional.. Kuadran kanan untuk Pebisnis dan Investor.. RTK pun menciptakan permainan untuk mengasah Financial Inteligent ini, Cashflow Game namanya.. “The More You Play, The Richer You Become”, begitu tag line-nya.

Pendekatan ini bagus dalam pengelolaan aset dan liabilitas kita.

yang ketiga, pendekatan Sekolah-Sekolah Bisnis..

Pendekatan ini lebih memfokuskan pada feasibility study, studi kelayakan sebelum kita memulai suatu usaha. biasanya 3 – 5 bulan lamanya. Tergantung bisnis apa yang akan dijalankan. Yang meliputi survey kebutuhan pasar, peluang bisnisnya bagimana, dan segala macamnya. Cuma, jangan kelamaan ya, nanti bisnisnya gak jalan-jalan hehe.. (ini pendapat saya pribadi lho..)

Pendekatan ini bagus dalam meyakinkan usaha apa yang akan kita jalankan.

yang keempat, pendekatan Rama Royani

Pendekatan ini lebih menekankan pada bakat yang kita miliki. Sebagai mana kita ketahui, type orang ada berbagai macam. Klo kata Florence Litauer dengan Personality Plus-nya ada 4, yaitu Koleris Sang Pemimpin, Sanguin Sang Populer, Melankolis yang Peka, dan Phlegmatis yang damai.

Di kehidupan sehari-hari bisa kita temui orang-orang tersebut. Ada orang yang banyak kenal dengan orang-orang sekitarnya. Mulai dari tukang becak, satpam, bahkan orang-orang penting. Nah orang semacam ini bagus untuk ditempatkan di bidang Marketing atau juga SDM. Ada orang yg sangat teliti dan tekun. Ini cocok ditempatkan di bagian keuangan. Ada orang yang idenya liar, inovatif. Ini bagus di bidang produksi dan sebagainya-sebagainya.

Dari sini kita bisa membentuk tim yang solid untuk membangun sebuah bisnis. Masing-masing orang berfokus pada kekuatan masing-masing.

Pak Rama Royani pun demikin. Beliau mempunyai beberapa perusahaan dan pada akhirnya Beliau mengakui bahwa sebenarnya Dia tak pantas menjadi Businessman. Dia mengakui bahwa dirinya lebih pantas menjadi Guru. Kenapa bisnis Beliau berhasil? Jawabannya adalah karena Dia membuat tim (3 orang). Ada yang fokus di Marketing, Administrasi / Konsep, dan juga Produksi.

Owiya, tambahan Pak Rama Royani ini adalah alumni Teknik Fisika angkatan 60-an. Beliau sekarang fokus mengembangkan ide Talent Mapping-nya.

Pendekatan ini bagus dalam “the right men on right position”.

Nah, dari keempat pendekatan tersebut di atas, mana yang cocok untuk Anda? Tentu jawabannya ada pada Anda sebagai pemegang hak veto yang menjalani hidup Anda sendiri. Semoga berhasil dan sukses.. amin


Responses

  1. thx for sharing, berguna bgt nih🙂

    kynya gw terlalu lama di tipe yg no.3 bi..kelamaan mikir jadi susah mulai. juga kwatir dan takut.

    ide utk main sewa aja tar bisnis ngikutin sbnrnya gw setuju, tp modal utk itu blom ada hehehe..

    yah yg penting diawali dgn bismillah dan smangat yak? smg gw bisa segera memetakan apa yg gw mau. doain ya bi!🙂

  2. siap Lei..Lu udah ada di posisi enak Lei, dmana Suami siap mendukung apa yang akan Lu lakukan..

    Berdayakan kekuatan itu hehe.. Banyak lho bisnis yg berhasil setelah menikah…huwaaa jadi pengen menikah ni hehe..

  3. woy… ini wibi sipil’00 kan? apa kabar wi?
    thx sharingnya. kayanya gw tipe pertama wi, tapi masih gagal terus setelah 3 kali percobaan :)) ini lg menjalani yg ke-4. semoga lebih baik…

  4. iya Wan..gw wibi sipil’00..Apa kabs dirimu?🙂 thanx sudah mengunjungi Blog gw ya.. Salam untuk Fanny istrimu..

  5. saya bingung. kalau bingung seperti saya kenapa tidak semuanya dicoba selagi masih muda.

  6. pilihan ada di Anda Pak🙂 mau mencoba semua atau belajar dari pengalaman orang lain..

    yang penting hasil akhir yang membuat kita senang dalam menjalaninya..

    sukses selalu..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: