Posted by: wibi | January 26, 2008

TOUGH.. (Part 1)

cozy home, 03.18 wib

Jum’at ini saya lalui dengan memperoleh bayak sekali informasi.. Sampe-sampe kepala ini rasanya penuh.. Dimulai dengan mengikuti seminar wirausaha yang diadakan oleh Ikatan Alumni Jawa Barat (IA Jabar ITB), ceramah Juma’at yang selesai sampai hampir pukul 13.00 sampai informasi-informasi lain yang saya anggap sebagai input otak saya yang terbatas ini.

Sudah lama rasanya saya tidak me-recharge energi dengan menghadiri seminar wirausaha. Seminar yang bisa membuka wawasan, yang bisa memotivasi, yang bisa menambah tali silaturahmi bahkan mempereratnya dan juga yang bisa membuka peluang usaha baru..

Bersyukur, Alhamdulillah, saya mengikuti komunitas milis yang isinya para usahawan-usahawan, baik itu pemula bahkan sampai yang sudah berhasil. Iya, saya memperoleh informasi seminar wirausaha itu dari milis. Mendadak memang. Apa boleh buat, keinginan untuk mengikuti acara lebih besar dari apapun, terlebih pembicaranya sudah saya idam-idamkan dari dulu. Target kerjaan hari Jum’at pun banyak yang saya geser-geser. Dan Alhamdulillh juga, walaupun digeser, semua tetap DONE. Suatu anugerah yang luar biasa memang..

Baik, kembali ke acara seminar. Seminar kali ini menghadirkan dua pembicara yang telah sukses merintis kariernya.

  1. Mbak Susi Pudjiastuti, seorang Pengusaha hasil laut yang berasal dari Pangandaran
  2. Mas Andri Fajria, Pengusaha Kambing di Tangerang

Sangat menarik apa yang disampaikan keduanya..Akan saya tulis mulai dari paparan Mbak Susi.. Paparan ini yang sangat menyentuh hati saya, oleh karenanya judul tulisan ini saya beri judul “TOUGH”, mengingat perjuangan seorang Susi yang tak kenal lelah sampai Beliau mempunyai armada pesawat 14 buah. Luar Biasa untuk pencapaian seseorang yang DO dari SMA sejak kelas 2.

Kehidupan bisnisnya dimulai sejak Beliau berusia 17 tahun. Usia yang sangat muda, yang pada masa itu kebanyakan dari kita masih berfoya-foya menghabiskan uang orang tua. Iya gitu habis??🙂 nggak segitunya kali Bi hehe..

Berjualan ikan yang Ia dapat dari para nelayan di Pangandaran. Itu yang Dia lakukan.. Sampai suatu saat Dia mendapat tawaran untuk ekspor ke Jepang.

Momentum terbesar Dia, diperoleh pada tahun 1997, saat krisis melanda Indonesia. Di mana dollar melambung tinggi terhadap rupiah. Harga lobster yang biasanya dihargai Rp.700, melambung lebih dari 15 kali lipat. Melambung sampai Rp.11.000.

bersambung..


Responses

  1. bi ditagih siah secepatnya klo dah ga sibuk lagi

  2. geuleuh ih..pake bersambung segala! harus dilanjutin yah kalo ini mah! jgn kyk “Pria dengan 3 buah handphone” yang sampai saat ini belum ada lanjutan ceritanya..

  3. boleh tahu kontak ibu susi? terima kasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: