Posted by: wibi | December 21, 2007

Kesendirian..

cozy home, 00.57 wib

Hatinya sedih, matanya berkaca-kaca, pikirannya melayang.. Ingatannya berputar ke belakang, kembali ke masa-masa indahnya di Ciwidey.. Yang katanya mengenang, yang katanya banyak nilai-nilai positif yang bisa diambil, yang katanya… dan seterusnya..

“Semua akan indah pada waktunya kawan”, itu selalu yang aku ucapkan. Entah kapan, aku pun tak tahu..

Menyusuri jalanan basah beraspal padat, dengan bersandar di tumpuan yang empuk, ditemani alunan musik yang indah, dan berjalan menapaki macetnya jantung jalan yang padat merayap di tepian utara kota Bandung yang juga sedang diguyur hujan..

Adalah hal yang membuat hati meringis, apabila kita sebagai manusia yang tidak sempurna, memendam perasaan. Entah itu senang, bahagia, atau benci sekalipun.. Iya Senang, kalo kita pendam sendiri, sayang, sayang banget.. Bukankah berbagi kebahagiaan adalah hal yang mulia.. Membuat orang lain tersenyum pun ibadah kan.. Sama halnya dengan kebencian, klo dipendam, bisa jadi bom waktu.. Hanya saja untuk hal ini, kita perlu mengelolanya dengan bijak supaya implikasinya tidak merugikan orang lain dan diri kita sendiri..

Nah ini gunanya keluarga, teman, sahabat, dan mungkin pendamping hidup.. Kita sebagai makhluk sosial sudah pasti butuh yang namanya berbagi, tempat dimana kita bisa mencurahkan perasaan, isi hati dan bahkan uneg-uneg sekalipun..

Jadi teringat lagunya Dionne Warwick, yang judulnya “That’s what friend are for”.

Nih petikan syairnya :

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That’s what friends are for

For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Iya, setiap insan dari kita pasti mempunyai sahabat sejati.. Berbagilah dengan mereka, mereka yang mau mendengar apapun, kapanpun, dan dimanapun..

Yang penting untuk kita ingat, manusia punya keterbatasan, entah kapan, bisa jadi teman yang selama ini kita percaya, berbuat sesuatu diluar kuasa kita. Bisa jadi kita sendiri yang membuatnya demikian, bisa jadi mereka.

Jadi, berbagilah dengan seseorang yang Kamu percaya. Kalo aku boleh share, Orang tuaku adalah tempat yang pas untuk berbagi. Karena, Ibu Macan tidak tega untuk memakan anaknya sendiri. Begitu mungkin ungkapan yang tepat..

Selamat berbagi, share can healing your soreness..

Dan, kapanpun kesendirian menimpa hatimu, yakinlah, selalu ada seseorang di sana yang menyayangimu dengan tulus..


Responses

  1. Wibi mellow… :))

  2. hmm…familiar sama kisah awalnya…
    ama judulnya jg tampaknya… =)

  3. iya yah Fer, familiar ceritanya.. =)
    untuk Pipie: wah ternyata gw mellow yah hehe..

  4. Gw suka banget sama istilah lu, Bi… “Semua akan indah pada waktunya”…

  5. Jadi kapan Yu waktunya?? segera yah🙂

  6. Weits!!! tunggu saja tanggal mainnya, Mas Wibi….

  7. Yup..tempat curhat emang penting ya..
    Salam kenal.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: