Posted by: wibi | December 12, 2007

Surat untuk Bunda…

Rabu, 01.24 wib

Surat ini dibuat semasa saya kuliah di ITB, dan ditujukan untuk Ibunda tercinta yang pada waktu itu berada di Makassar.. selagi menulis ulang surat inipun, air mata terus menetes.. haru rasanya, bangga rasanya, luv u Mom..

Bandoenk city, 21 Mei 2001

Hari Senin Pukul 16:34

Baru pulang dari Tasik, gak ada kerjaan

Sambil nyiapin buat ujian kewiraan besok……

Buat Bunda….

Bunda…… Kampus ITB tidak seperti yang Nanda bayangkan……

Tugas banyak, laporan menumpuk, kegiatan ospek pun terus berjalan…

Setiap hari Rabu Nanda selalu pulang jam 1 malam, minggu – yang seharusnya istirahat – juga diisi oleh kegiatan ospek, tak peduli hujan turun..

Tapi yakinlah, bahwa yang Bunda berikan selalu membuat jiwa anakmu tetap tenang dan tabah..

Saat ini, tak ada yang dapat Nanda ceritakan selain indahnya bunga-bunga di Gerbang ITB menyambutku saat pertama kalinya aku melangkah menginjakkan kakiku di kampus ini..

Bunda, Nanda tidak bermaksud berkeluh kesah, walaupun mata ini sedikit berkaca-kaca, tapi kerasnya badai kehidupan kampus ini membuat sayap Nanda tidak sanggup bertahan..

Kadang punggung Nanda hampir patah memikul “Gajah Angkuh” kampus Nanda. Saat kebekuan dan keangkuhan semakin pekat, semakin terasa oleh Nanda sulitnya menjadi seekor Elang….

Bunda…tak ada harapan lebih dari Nanda kecuali do’amu..

Semoga Nanda bisa menjadi elang sejati yang Bunda dan Ayahanda serta keluarga rindukan…

Percayalah….. di saat aku terbang jauh meninggalkan Bunda, Aku pulang

Pasti BERARTI !!

Salam Ganesha….

Bakti kami, Untukmu….

Tuhan, Bangsa, dan Almamater…

MERDEKA!!

Salam Nanda di Bandung

Yang sedang berjuang..

Ttd

Wibi Arie Rismanto

 

Itu surat yg saya tulis beberapa tahun yang lalu, yang membuat semakin terharu adalah, bahwa surat itu disimpan baik-baik oleh Ibuku, dan setelah kami berkumpul di Bandung, surat itu dikeluarkan oleh Ibuku dari tumpukan kertas di dus, dan ditempel tepat di lemari sebelah cermin.. again and again, it’s make me crying again..

Jadi teringat lagu ini,

Doa Ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa…

Hanya memberi, tak harap kembali, bagai Sang Surya menerangi Dunia….


Responses

  1. jadi pengen nangis bacanya…
    kyknya itu dirasakan oleh semua orang yang memikul “gajah angkuh” itu deh! berat man soalnya..apalagi kan badan gw kurus..hehe!

  2. alhamdulillah sekarang mah eike sudah lulus..Hanya surat itu yg buat gw bisa bangkit lagi..Di saat hati ini sedang galau,gw baca surat itu dgn rasa haru..Ya, sosok seorang Ibu selalu hadir dengan doa tulusnya..

  3. wibiiiiiiiii….
    aduh dirimu lucu skali… ga nyangka gue…🙂

  4. iya Bi… gak kebayang lu menghadapi TPB & OS tanpa ortu di Bandung…

    gw si ortu selalu ada di rumah setiap gw pulang… se-bete2-nya, ada yang siap kasih peluk-cium sesampainya di rumah… and bahkan siap mengantar-jemput saat gw “merasa terlalu lelah” u/berangkat ke kampus….

    wow! love u mom & dad….

  5. iya Bi.. mengharukan.. dulu TPB gw juga amit2.. masalah kuliah siyh sebenernya.. meskipun ortu ga di Bandung, tapi kalo gw emang lagi butuh BANGET mereka, gw masih bisa pulang ke jakarta atau minta ortu ke Bandung..

    tapi.. semua masalah yang kita lewati, membuat kita lebih kuat kan Bi? ^^

  6. betul Pie..jadi inget pesen utk temen, “jangan lari dari masalah,hadapi kenyataan..masalah satu beres, pasti datang masalah baru. Itulah hidup, itu yg bikin kita jadi lebih dewasa.. =)
    skrg masalah ganti ama tantangan, biar lebih empowering katanya =)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: