Posted by: wibi | May 12, 2008

Item Promo..

cozy home, 05.25 wib

Rabu minggu lalu, sms hp besarku menyalak.. suara dari tentara Counter Strike menyeruak.. sms masuk dari seorang sahabatku bernama Andik..

“BI, bisa ketemuan malam ini? Untuk membicarakan acara besar Fortuga”, katanya.

“Ok Ndik, ntar malem ya”, jemari jempolku membalas..

Malam kami bertemu, aku datang telat karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan lebih dulu. Tanggung kalo ditinggalkan..

Obrolan pun mengalir dan sampai pada akhirnya membahas item promo yang kira-kira diperlukan untuk acara reuni dan konkow-konkow Fortuga, yang InsyaAllah jika proposal diterima akan dilaksanakan oleh tim EO dari DOI, Dream Of Indonesia milik Andik ini.

Menurut pengalamanku di Widagdo Production, beberapa item promo yang sempat diproduksi antara lain :

  1. Pin
  2. CD, baik itu untuk promo acara, isi acara, katalog maupun untuk dokumentasi
  3. Spanduk atau banner
  4. Baliho
  5. Umbul-umbul
  6. Brosur
  7. Poster
  8. Undangan, biasanya untuk tamu VIP atau kalangan terbatas
  9. Kaos
  10. Topi
  11. Balon udara
  12. Iklan koran
  13. dll

Banyak memang item yang harus diproduksi, semakin banyak dan beragam, akan semakin meriah juga acaranya. Semoga proposalmu diterima ya Ndik, dan kita bisa bekerjasama. Amin

Posted by: wibi | April 24, 2008

Sudah Lama Nian..

cozy home, 01.38 wib

Wow, sudah lama nian awak tidak mengisi otak ini dengan cara menulis secercah goresan di papan maya nan sabar ini.. Hampir 2 bulan..

Waktu berjalan cepat, detik berkumpul jadi menit, dan menit pun bersatu menjadi 1 jam yang kadang tidak terasa lewat begitu sajah..

Beberapa jam yang lalu, saya bertemu dengan rekan-rekan panitia siaware 13.. sekaligus perpisahan seorang sahabat yang akan bekerja di ujung timur pulau Indonesia ini..

Satu per satu meninggalkan kota Bandung.. Satu hal, ada kalimat yang menyentuhku malam ini..

“Kalau Kau tidak meninggalkan teman2mu untuk mencapai tujuan hidupmu, Kaulah yang akan ditinggalkan”

“Bergeraklah untuk keluar dari Zona nyamanmu”, Move On!! Go Go.. Reach Your Dream..!!

Kata-kata itu begitu terngiang ditelingaku..

Buka Cabang Laundry di tahun ini? Why Not??? Semoga… Amin

Posted by: wibi | March 8, 2008

Black Campaign Esia..

cozy home, 23.24 wib

Pake esia? ehh sia-sia deh.. Pake Esia? Eee.. malah sial…

Andaikan bakal begini jadinya, sering call drop..suara keresek-keresek gak jelas, dan banyak iklan gak penting, mungkin saya dulu tidak memutuskan untuk menggunakan operator yang sahamnya milik Sang Pejabat Negara ini..

Esia kacau.. Cuma jualan banyaknya pelanggan doang ke para mitra kerjasamanya.. Alasannya, pengguna kita banyak.. Padahal para pengguna banyak yang mengerutu tuh.. Wahai para petinggi esia, dengarlah keluhan pelangganmu ini.. (pelanggan yang sangat sangat terpaksa menggunakan jasa Anda, karena nomernya sudah tersebar ke rekan-rekan)..

Yuk ramai-ramai boikot gak usah pake produk esia.. biarin ajalah bangkrut esia itu.. Abis kesel euy.. Masa lagi negosiasi harga kerjaan trus tiba-tiba mati. Malu-maluin aja.. Udah gitu, sering banget sms spam, promosi inilah, promosi itulah.. Asli, promo itu gak penting.. Ganggu privasi aja.. Berdalih dapet hadiah lagi.. Kalo saya sih, sms begituan gak dibaca, langsung dihapus..

Huhhh.. Esia menyebalkan.. Udah banyak aja pelanggannya, diterlantarkan deh..

Surat ini juga sekaligus surat terbuka deh buat para Petinggi esia.. Semoga membuka blog saya hehe.. Siapa gw blog-nya mau dibaca ama mereka.. Gak papalah yang penting uneg-uneg ini sudah keluar..

Posted by: wibi | March 7, 2008

Waren Buffet Ways.. (Part 3)

cozy home, 08.37 wib

Melanjutkan dari tulisan sebelumnya.. monggo diklik di sini..

9. TERAPKAN KETIDAKAKTIFAN BUKAN HYPERAKTIVITAS

Energi yang dikeluarkan bursa saham betul-betul luar biasa. Di IHSG, 3 – 7 triliun Rupiah berputar setiap hari.

Apalagi dalam keadaan extreme bullish (kecenderungan bergerak naik) atau bearish (kecenderungan bergerak turun). Dimana suasana yang hingar bingar ini amat menulari para pemain saham. Banyak dari lembaga keuangan dan reksadana yang betindak tanpa kontrol, mengubah portofolio mereka setiap hari.

Jika para Manager Investasi yang notabene melek dunia saham dan paham berbagai analisa fundamental dan teknikal saja bisa ikut tertular virus trading saham , apalagi kita yang awam ?

Buffett menyatakan, “ ketidakaktifan adalah perilaku yang cerdas” . Sebab, menurutnya, investor sejati dapat menghasilkan uang, walaupun ia sedang tidur.

Hal ini dibuktikannya dengan tetap memegang saham Coca Cola sejak tahun 1994, American Express sejak tahun 1998, dan Washington Post sejak tahun 1973, TANPA DITRADINGKAN LAGI. Benar-benar suatu pola yang tidak disukai para trader.

Ia mempunyai alasan bahwa trading terlalu sering bisa merugikan akibat sulitnya mengontrol diri, juga timbulnya biaya-biaya trading yang tidak kita sadari, seperti fee beli, fee jual, pajak, dsb.. dsb, yang ujung-ujungnya mengurangi keuntungan kita.

10. JANGAN MELIHAT TICKER

Saya pribadi selalu melakukan “sarapan “ dengan memantau harga terakhir bursa –bursa regional, sebelum jam bursa mulai. Ketika jam perdagangan dimulai , tiap 5 – 10 menit, pasti mata melihat ke computer memantau pergerakan harga saham andalan saya. (Ini menurut sumber yang menulis tulisan ini, bukan Wibi sebagai pengutip).

Apakah hal ini juga dilakukan oleh Waren selaku investor kelas paus? Jawabnya adalah TIDAK. Jadi bagaimana cara dia memantau pergerakan harga sahamnya? IA TIDAK PERNAH MELAKUKANNYA. Komputernya lebih banyak digunakan untuk main Bridge daripada memantau harga saham.

Menurutnya, kita tidak perlu menggubris pegerakan harga saham untuk jangka pendek jika kita telah memilih perusahaan yang tepat.

Jika kita telah memiliki saham dalam bisnis yang hebat, jangka pendek tidak terlalu penting.

Bagaiamana seandainya harga sahamnya yang tidak pernah dipantau, tiba-tiba terjun bebas akibat bursa crash diterjang badai resesi? Gampang. Itulah saat yang tepat untuk nambah lagi porsi sahamnya, karena harganya jadi lebih murah.

Menurutnya, daripada waktu Anda dihabiskan memelototi pergerakan harga saham yang bikin jantung ber”aerobic “, lebih baik fokus memantau kinerja bisnis perusahaan tersebut, yang meliputi manajemen, arus kas, pendapatan dll.

Warren Buffett tidak pernah tahu berapa harga jual saham Berkshire Hathaway perusahaannya sekarang atau berapa harga jualnya besok. Ia hanya peduli pada harga jual satu decade kedepan yang akan menggambarkan nilai sejati perusahaannya.

11. LIHATLAH PENURUNAN HARGA SEBAGAI PELUANG MEMBELI

Tahukah Anda bahwa keadaan resesi seperti sekarang ini di Amerika juga pernah terjadi di masa lalu, yaitu tahun 2004, dimana Dow Jones jatuh hampir 150 point.

Waktu itu laporan mengenai lapangan kerja, amat mengecewakan, harga minyak dunia terus membumbung, sehingga yang tejadi adalah, investor berlomba mengobral sahamnya.

Justru saat inilah Buffett melihat peluang untuk membeli saham-saham perusahaan bagus dengan harga murah. Ingat, walaupun fundamental saham tersebut bagus, namun energi bullish atau bearish itu sangat menular, sehingga tanpa mengerti keadaan sesungguhnya, tiap orang panik dan berlomba jualan saham.

Saham Wahington Post, Geico dan Wells Fargo Bank adalah contoh bagaimana si tua Buffet menyambar kesempatan itu. Pada tahun 1973, saham Washington Post turun hingga $6 per lembar, Buffet menambar kesempatan itu dengan membenamkan uang senilai $10,6 juta ( uang segini tahun 1973 bisa buat beli 1 propinsi kali ? ). Sekarang, lebih dari 30 tahun kemudian, harganya telah menjadi $900 perlembar, belum lagi kalau ada stock split, maka jumlah saham si Buffett pasti berlipat ganda.

Ingat kata Buffett, “Takutlah ketika orang lain rakus, dan rakuslah ketika orang lain takut “.

12. JANGAN MEMUKUL SETIAP LEMPARAN BOLA YANG DATANG

Menurut mereka yang mengklaim diri mereka ahli dalam pasar saham, untuk menjadi investor yang sukses, berarti membuat banyak keputusan dalam berinvestasi. Buffett tidak setuju dengan pendapat ini. Katanya, walaupun hanya satu kali dalam setahun, membuat keputusan investasi yan bagus itu sudah cukup.

Ia menganalogikan seperti bermain baseball, dimana untuk tiga kali kesempatan memukul bola, pukullah bola sekuat tenaga, jika memang momentum dan arahnya tepat, yang dalam istilahnya disebut sweet spot.

Buffett hanya memandang setiap bola-bola yang terlempar, namun hanya memukul pada bola yang menuju sweet spot.

Sweet spot disini adalah bisnis yang hebat dengan masa depan yang juga hebat, dijalankan oleh manajemen yang kompeten, serta dijual dengan harga yang bagus.

Dan untuk mendapatkan sweet spot ini, buffet akan menunggu walaupun bertahun-tahun sebelum melakukan investasi. Ketika ada saham yang masuk kriterianya, ia akan mengayunkan pemukulnya, dan ia akan melakukannya dengan sekuat tenaga, ia investasikan banyak uang disini, dan hasilnya….Grand Slam!

Sekedar catatan, saya masih ingat pada tanggal 22 Januari 2008, dimana saham BUMI dijual obral dengan harga Rp. 4.200 per lembarnya, UNTR Rp. 10.850 perlembar, sekarang,dalam waktu 1 bulan, coba Anda cek harganya? Tadi itulah Sweet Spot.

Bersambung ke edisi ke-4 …….

Posted by: wibi | March 6, 2008

argghh…

still in cozy home, 01.32 wib

Arrgghh.. Gak enak rasanya terlalu “Nya”.. Baik, akan kumanage lagi deh perasaan ini..

Semua berawal dari ketidaksengajaan.. Ada aja yang ngasi tau ke gw.. Sabar aja deh.. Ciaayyyooo… Semangat.. Profit juga kan Lu hari ini setelah kepelanting 124poin.. hiiiiii sereeeemmm…

Posted by: wibi | March 5, 2008

Waren Buffet Ways.. (Part 2)

cozy home, 05.23 wib

Melanjutkan artikel sebelumnya Kawan..

Artikel sebelumnya bisa dibaca di link ini : monggo diklik..

5. BELILAH BISNIS, BUKAN SAHAM

Menurut Buffett, salah satu faktor penting dalam sukses berinvestasi adalah mengigatkan diri Anda bahwa Anda sedang membeli sebagian andil dari bisnis yang benar-benar ada. Lembaran saham itu sendiri sebenarnya tidak ada artinya. Sebab saham hanyalah representasi dari perusahaan.

Yang hasrus Anda pikirkan ketika terjun membeli saham sebuah perusahaan bukanlah grafik analisa teknikal, berita Bloomberg atau table dan grafik di Wall Street. Yang Anda harus pikirkan adalah “nilai” dan kinerja di balik sebuah bisnis.

Buffett selalu mempertimbangkan 4 hal sebelum memutuskan untuk membeli saham , yaitu :

1. Bisnis yang dia dapat mengerti

2. Perusahaan dengan prospek jangka panjang yang menguntungkan

3. Manajemen yang jujur dan kompeten

4. Harga ( saham ) nya sangat menarik

Dapat disimplkan disini bahwa ; Membeli saham adalah bagian dari bisnis. Karena itu jangan membeli saham karena pergerakan harganya, dan lakukan analisa fundamental sebelum membeli saham apapun.

6. CARILAH PERUSAHAAN YANG MENONJOL DIANTARA INDUSTRI

Waren selalu ingin mencari dan membeli bisnis yang langgeng, yang mendominasi pasarnya, sehingga lebih menjamin kesuksesannya, dimana produk tersebut ; diperlukan orang banyak, tidak membutuhkan modal yang berlebihan, tidak banyak barang pengganti yang sejenis dan tidak banyak terpengaruh oleh regulasi harga. Namun tentu saja semua itu dieksekusi sambil menunggu sampai harga saham perusahaan tersebut dianggap wajar.

Disarankan agar Anda membuat daftar saham-saham yang Anda incar, lalu lakukan monitoring harganya sesering mungkin, sampai harganya mencapai harga yang Anda anggap bagus dan wajar, lalu….hap..!!! Sang serigalapun mendapat mangsa empuk.

7. BELI PERUSAHAAN BERTEKNOLOGI RENDAH, BUKAN BERTEKNOLOGI TINGGI

Waren amat menjauhi saham-saham perusahaan berteknologi tinggi dan saham perusahaan internet, karena perubahan teknologi yang makin cepat membuat perusahaan sejenis ini mudah tertinggal zaman dan tertinggal pesaing yang mengakibatkan ambruknya bisnis.

Ia lebih memilih saham dari perusahaan bata, perusahaan cat, karpet dan perusahaan mebel yang memiliki bisnis yang mudah dimengerti dan arus kas yang mudah diprediksi. Perusahaan semacam itu bisa bertahan sampai 100 tahun lagi, karena menghasilkan produk yang bisa dikatakan tidak mudah ketinggalan zaman.

Kejatuhan banyak perusahaan dotcom seperti Etoys.com, Pets.com, RX.Com, World.com dsb memperkuat alibi Waren. Bagaimana menurut Anda dengan Microsoft , Yahoo dan Google?

Nasehat Buffett; jangan tergoda dengan transaksi yang menawarkan kekayaan secara cepat, yang melibatkan perusahaan yang relative rumit ( misalnya perusahaan berteknologi tinggi ), perusahaan semacam ini sulit diprediksi dalam jangka panjang. Hindarilah bisnis dalam industri yang terus berubah, dan bernvestasilah pada bisnis-bisnis generasi “ perekonomian lama”. Dan terakhir, ingatlah bahwa perlu waktu puluhan tahun bagi perusahaan untuk menjadi besar.

8. KONSENTRASIKAN INVESTASI SAHAM ANDA

Hampir semua ahli menyarankan untuk melakukan diversifikasi, yaitu memiliki banyak aham dari banyak perusahaan agar jika saham tertentu jatuh, tidak akan menghancurkan seluruh potofolio yang Anda miliki, namun Buffett berpendapat lain.

Jika Anda telah menemukan saham yang tepat, mengapa harus membeli sedikit? Begitu katanya. Beli 5 sampai 10 saham yang bagus dengan harga yang bagus, dan belilah sebanyak Anda mampu. Disini ia memberi contoh ketika membeli $ 144 juta untuk saham Petro China- perusahaan minyak China. Tanpa diduga, sekarang sahamnya bernilai $ 1,2 milyar.

Menurutnya, seseorang cukup menginvestasikan seluruh hartanya pada 3 perusahaan yang baik ( dengan harga beli yang baik tentunya ), secara jangka panjang, maka bisa dipastikan ia bakal kaya raya. Ini juga diontohkan Buffett dengan memiliki 474.998 lembar saham satu perusahaan, Berhshire Hathaway yang dipegangnya selama puluhan tahun. Sekarang harga perlembar saham tadi adalah $138.000 PER LEMBAR . Silahkan hitung sendiri berapa hartanya dari saham 1 perusahaan saja. Itulah kenapa waren Buffett sekarang menjadi orang terkaya no. 3 sejagat.

Bersambung ke edisi ke-3 …….

Posted by: wibi | February 28, 2008

Jatinangor jauh juga ya..

cozi home.. 19.33 wib

Berawal dari sebuah percakapan melalui handphone beberapa hari lalu..”Mas Wibi, saya mau mesen undangan 1000 biji”, begitu kata seorang alumnus STPDN dari Bone, Sulawesi Selatan..

“Tapi cepet ya Mas, harus sudah selesai tanggal 28 Februari ini”, katanya lagi.

Mmmhh.. Memang undangan yang mendadak kayak gini nih yang bikin pusing.. Untungnya, desain tidak terlalu sulit.. Jadi saya setujui saja permintaannya..

“Baik Mas Andi, akan saya usahakan selesai sesuai target”, jawabku malam itu.

Tau darimana dia dengan Widagdo Production? Ternyata dia tau dari undangan temannya yang sesama STPDN juga, yang sebelumnya membuat undangan nikah di Kami.. Rekannya itu orang Aceh, dan menikah di Aceh.. Jadi, secara tidak sengaja, order kami lintas Pulau..

Sebelum Andi yang orang Bone itu menghubungi saya, Dia menghubungi rekan saya di Widagdo. Rido namanya. Memang no.HP Rido tertera di undangan yang orang Aceh itu.. Begini tulisannya :

Print By

WIDAGDO Production

0812 246 8892

Rido sedang berada di Pulau lain.. Sementara produksi kami lakukan di kota kembang Bandung. Jadilah komunikasi menggunakan HP. Dengan Mas Andi pun begitu. Orangnya yang mana juga tidak tau. Sama-sama saling percaya saja. Mas Andipun memberikan DP untuk pengerjaan undangan ini..

“Mas, kalo sudah selesai, Mas Wibi kontak-kontakan dengan Adik saya ya yang di Bandung (Jatinangor sebenarnya, bukan di Bandung), Dia yang nanti ngambil..”, begitu katanya.

Jadilah saya berhubungan dengan Erlan Adiknya. “Janjian di Tubagus aja Lan, di laundry kami, supaya mudah ketemunya”, ucap saya dalam sms.

Sampai tiba waktunya, saya pun memberi kabar bahwa undangan sudah selesai..

Apa yang terjadi? Erlan tidak bisa keluar asrama yang di STPDN itu. Jadilah Dia memohon ke saya untuk mengantarkan undangannya ke Jatinangor nun jauh di sana..

Hmm, baiklah, demi kepuasan pelanggan akan saya lakukan. Lagian ni order dari jauh, lumayan, kalo puas, bisa jadi sarana word of mouth yang mengesankan.. amin, semoga..

Kemudian, secara mengejutkan, yang mengambil undangannya pun orang suruhan Erlan, Mas Budi namanya.. Memang unik, Andi saya gak tau yang mana orangnya, Erlan pun gak ketemu.. Namun bisnis tetap jalan.. Terimakasih Tuhan atas kepercayaan yang diberikan ini, semoga kami bisa terus menjaga amanah, amiiiinnn..

Maju terus WIDAGDO.. Never ever give up!! 

Posted by: wibi | February 28, 2008

Beda Saham ama Forex?..

cozy home, 07.10 wib

Perbedaan ini menurut saya pribadi, dari diskusi teman-teman di Monex (Perusahaan Futures yang ada di jalan Dago Bandung) dan dari teman-teman di Danareksa..

Jangka Waktu.. 

Forex : investasi jangka pendek, karena biasanya yang trading di forex ini intra day (per hari), bahkan jam2-an.. Paling lama juga seminggu.. Sangat jarang orang trading long term di sini..

Saham : Investasi jangka panjang, minimal 6 bulan.

Ketersediaan Dana

Forex : minimal 30 juta, sebagai dana awal pembuka account. Yang bisa digunakan untuk bertransaksi sebanyak 5 lot.

Saham : minimal 50 juta, sebagai dana awal pembuka account.

Cara Trading, gak tau nih, cocok gak sebenernya sub judul ini..

Forex : Dana kuat sampai batas dana maksimal kita sebelum call margin, dan dana bisa bablas jika kita salah posisi dan ketersediaan dana kita tidak mencukupi untuk floating lebih lama lagi.. (maaf bahasanya rada membingungkan hehe..) Intinya, dana kita gak kuat menahan rugi..

Saham : Dana tidak akan habis sepanjang perusahaan tempat kita menyimpan saham tidak dinyatakan pailit atau ditutup.. Jadi relatif lebih aman. Oleh karenanya, petuah Kakek Waren sangat bijak.. Investasi di saham blue chip, kemudian lupakan dan liat hasilnya setelah 20 tahun.. Damn, lama banget ya.. kudu sabar sih.. Alon alon asal klakon hehe..

Segitu dulu mungkin info dari saya.. Ada yang mau menambahkan? atau memberi koreksi dan masukan? ditunggu..

Posted by: wibi | February 28, 2008

Waren Buffet Ways.. (Part 1)

cozy home, 06.49 wib

Huh.. Hampir 2 minggu papan maya ini kosong melompong.. Maklum, beberapa hari yang lalu sibuk dikejar deadline kerjaan yang menumpuk..

Tulisan kali ini akan berisi petuah investasi bijak dari Kakek Waren Buffet yang saya dapat dari rekan di milis investasi.. Menarik, bisa jadi salah satu pilihan dalam berinvestasi.. seperti kata pepatah, “jangan taruh telur Anda dalam satu keranjang”.. Bisa jadi petuah Kakek Waren ini menjadi keranjang investasi yang lain.. Semoga..

1. PILIHLAH KESEDERHANAAN BUKAN KOMPLEKSITAS

    Banyak orang percaya bahwa berinvestasi di pasar modal itu rumit, misterius dan penuh resiko, sehingga hanya mereka yang berpengetahuan dan berpendidikan tinggilah yang mampu melakukannya. Seringkali mereka jadi tergantung pada rumus-rumus matematika rumit, program computer yang canggih, grafik dan analisa teknikal yang sulit. Warren Buffet telah menunjukkan bahwa semua hal itu hanyalah mitos.

    Prinsipnya dalam memilih suatu saham amat sederhana, yaitu pilihlah saham dari perusahaan yang bisnisnya solid, mudah dipahami, telah bertahan lama dan terbukti menguntungkan. Ia tidak pernah berinvestasi pada bisnis yang tidak ia pahami. Misalnya perusahaan dotcom atau hitech, akan dihindarinya. Prinsipnya adalah cari perusahaan yang bagus fundamentalnya, dikelola oleh tim yang solid dan jujur, serta harga sahamnya dibawah harga seharusnya.

    2. PUTUSKAN SENDIRI INVESTASI ANDA

      Waren yakin bahwa tiap orang bisa sukses berinvestasi tanpa bantuan pialang, pakar pasar modal dsb. Alasannya, investor atau pakar professional ingin menumbuhkan anggapan bahwa berinvestasi di pasar modal terlalu rumit bagi kebanyakan orang, karena ini berarti bagus bagi bisnis mereka. Berapa banyak kita dengar bahwa seseorang yang mempercayakan uang pensiun atau tabungannya yang menyusut banyak, gara-gara dipercayakan kepada pialang atau manajer investasi yang bertransaksi sebanyak-banyaknya pada saham yang salah untuk mengejar komisi?

      Cuma diperlukan sedikit pengetahuan akuntansi dan pasar keuangan untuk bisa menemukan saham yang dalam istilah Buffett ” mencari selembar uang Dollar yang dijual seharga 40 sen “. Hal ini berarti tiap orang perlu fokus pada investasi nilai, tanpa harus tergantung pada orang lain. Mulailah dengan banyak membaca jurnal dan laporan keuangan dalam majalah atua surat kabar.

      3. PERTAHANKAN TEMPERAMEN YANG TEPAT

        Apa yang akan Anda lakukan ketika perusahaan yang saamnya Anda pegang sedang dalam masa yang buruk ? Akibat perubahan peraturan pemerintah misalnya. Coba lihat saham TLKM (PT Telkom, Tbk) atau ISAT (Indosat) yang dapat mewakili situasi ini.

        Dikoran-koran tertulis rekomendasi “jual” atau hindari dulu saham ini.

        Reaksi dan respon Anda terhadap perkembangan-perkembangan ini memainkan peranan yang sangat besar dalam menentukan kesuksesan investasi Anda.

        Investor yang bijak akan tetap tenang dalam menghadapi peristiwa-peristiwa negative.

        Buffett sama sekali tidak menjual saham Washington Post yang dia miliki, ketika masa resesi Amerika tahun 1960, melewati masa perang, sampai akhirnya sekarang saham Wasington Post telah naik harga beribu-ribu persen dari harga semula.

        Sarannya di sini adalah beli dan pertahankan saham –saham dari perusahaan yang hebat, dan pertahankanlah bertahun-tahun. Tutup mata telinga dari berita, rumor dan analisa negative tentang saham ini.

        4. BERSABARLAH

          Berpikirlah untuk 10 tahun mendatang dan bukan untuk 10 menit ke depan. Saran Buffett, jika Anda tidak siap memegang suatu saham untuk satu decade, lebih baik jangan pernah membeli saham tersebut. Bayangkanlah seolah-olah Anda membeli saham, dan keesokan harinya bursa akan tutup selama lima tahun.

          Perlu diingat bahwa beberapa pasar benar-benar bermusuhan dengan orang yang suka keluar masuk, dan cukup ramah terhadap mereka yang membeli dan mempertahankan. Hal ini dikarenakan keluar masuk, selain akan meningkatkan biaya transaksi seperti broker fee dan VAT, juga mereka seringkali kehilangan moment ketika harga saham naik secara besar-besaran, akibat “peluru” nya “ “nyangkut” karena sudah keburu dibelikan saham lain dan nilainya makin lama makin kecil karena kebanyakan Cut Loss.

          Bersambung ke bagian ke-2 …….

          Posted by: wibi | February 17, 2008

          Here I Come..

          cozy home, 18.58 wib

          Hmm.. Alhamdulillah.. Semarang ditinggal dan Bandung aku kembali.. Sangat menyenangkan keluar sejenak dari rutinitas di kota Bandung yang semakin macet dan panas, untuk sebentar menghirup udara di kota Semarang.

          Simpang Lima, Pandanaran, Lumpia pinggir jalan di seputaran jalan Mataram, Bukit Rinjani yang bisa liat view Semarang from the top at night, Restoran Bangkong dengan soto campurnya, sayang semua minuman yang kami minta sedang habis huhu.., Pesta Keboen yang hommy - yang katanya resto tempo doeloe pertama yang ada di kota Semarang, pabrik farmasi PT Nufarindo - tempat kami memberikan training kepada 36 karyawannya -, Cemawis - daerah pecinan Cina, makanannya enak euy - dan Hotel Grand Santika yang membuat dua malam di Semarang berkesan..

          Oleh-olehnya : Sendal hotel, shower cap hotel dan korek api hotel hehhee… dan yang pasti setumpuk pakaian kotor.. mau tau nyucinya dimana?

          Pastinya di Clean and Fresh Laundry Jl. Tubagus Ismail Raya No.22, Bersih, Rapi dan wangi.. :) Silahkan dicoba dan dirasani.. (ceuk bahasa Semarang mah..)

          Older Posts »

          Categories